#30
Moral Mural

Kumpul Kreavi Episode 30 telah berlangsung pada hari Jumat, 15 September 2017 di Menara by KIBAR. Kumpul Kreavi sendiri adalah sebuah ajang temu kumpul kreator kreatif tanah air untuk saling berbagi dan menginspirasi, serta berkesempatan pula untuk berkolaborasi. Dengan mengangkat tema “Moral Mural”, Kumpul Kreavi kali ini bertujuan untuk memberikan perspektif pada publik bahwa karya mural sebenarnya tidak hanya sebatas corat-coret dinding belaka, namun juga merupakan suatu hal yang memiliki arti di dalamnya.









Selalu ada hal menarik di setiap episode Kumpul Kreavi. Terinspirasi dari seni jalanan atau street art yang menggunakan dinding sebagai media untuk berkarya, Kumpul Kreavi Episode 30 lalu melakukan aktivitas wall jamming. Wall jamming sendiri merupakan wadah bagi partisipan dan pembicara untuk berkarya bersama di dinding yang sudah disediakan.

Kumpul Kreavi dibuka oleh Project Manager Kreavi, Joditha Winatajaya. Dalam sambutannya, Joditha menceritakan proyek mural kolaborasi Kreavi dengan TEMPO. Pada kesempatan tersebut, 17 kreator terbaik Kreavi menghias dinding-dinding gedung kantor TEMPO dengan mural yang menceritakan kisah tokoh, pejuang, dan penyair yang membawa semangat kepahlawanan.
 

Sesi panel diskusi pertama menghadirkan Managing Editor TEMPO, Bagja Hidayat, dan salah satu anggota Kreavi 17, Syams Riadio, sebagai pembicara. Sesi yang dimoderatori oleh Joditha ini membahas bagaimana proses para 17 kreator terbaik Kreavi menyulap gedung kantor TEMPO dengan karya  mural, serta bagaimana dampak mural terhadap lingkungan perkantoran tersebut.

“Di zaman milenial seperti sekarang, kebanyakan orang kurang suka dengan sesuatu yang kaku, tidak suka diperintah dan cenderung kreatif. Dulu saat saya masih jadi reporter di Tempo dan mau menerapkan ide-ide gila seperti mural ataupun hal kreatif malah disuruh resign.
 

Tetapi hari ini hal-hal seperti itu sangat dicari oleh setiap kantor agar terkesan tidak formal dan lebih mempunyai makna tersendiri. Oleh karena itu kami bekerjsama dengan Kreavi untuk memberikan kesempatan menghias dinding dengan tema pahlawan, dan membuat kantor Tempo seperti tempat bermain agar para penghuni nyaman, lebih menemukan ide ide kreatif”.


 

“Awalnya ketika menerima project Tempo menjadi challenge tersendiri, dimana saya mendapatkan space mural di ruang rokok yang sangat esensial sebagai penyelamat bagi gemar merokok di jam makan siang.



Sesi panel kedua menghadirkan Anto Motulz (Creative Advisor Kreavi, Andang Kelana (Artistic Board, Visual Jalanan), Marishka Soekarna (Mural Artist) dan Arkan sebagai moderator. Dalam sesi kedua ini membahas perspektif publik terhadap karya mural, dimana masyarakat sepenuhnya belum memahami maksud dari karya mural baik sebagai estetika atau polusi visual.

Menurut kang Motulz, visual sedikit banyak akan menggugah masyarakat. Hal ini sering terlihat ketika di sudut kota besar terdapat mural yang dijadikan sebagai media komunikasi. Bentuk dari mural ini dibuat berwarna warni serta memiliki ukuran besar sehingga dapat menjadi daya tarik publik untuk melihatnya.
 

Banyak pemural yang sering mendapatkan tantangan pada saat membuat karyanya, seperti apa yang Marishka alami di Kalijodo. Tantangan tersebut ialah seorang pemural harus memikirkan konsep yang bermakna sesuai  lingkungan sekitarnya. Hal ini menjadi krusial agar lingkungan sekitar bisa menerima dan merespon baik ketika karya mural tersebut telah selesai. Selain itu, peran media sosial juga penting dalam mempublikasikan karya supaya dapat dinikmati khalayak masyrakat di daerah lain.


 

“Visual Jalanan merupakan sebuah platfrom yang mendokumentasikan karya visual yang ada di ruang publik. Biasanya, Visual Jalanan mendokumentasikan karya visual  yang memiliki keunikan dan makna yang terkandung di dalamnya. Hal ini bisa diketahui dari sosial media Visual Jalanan, yang setiap harinya mengunggah  3-5 dokumentasi tentang karya visual di publik ataupun di website untuk mengetahui detail dari dokumentasi tersebut.

Salah satu fenomena yang terjadi adalah mural iklan, dimana antara seniman dan sebuah industri beriringan untuk menyelesaian karya visual di ruang publik secara komersil, tetapi ada juga seniman yang tidak mau terkait dengan suatu industri apabila ranahnya di area publik. Dulu seniman jalan seringkali menutupi dirinya sebagai pemilik karya, tetapi sekarang sudah berbeda dan mulai mau membuka diri”.


 

“Sejak kecil saya suka menggambar sampai kesukaan itu membuat saya yakin melanjutkan pendidikan seni, hingga sekarang saya sering menggerjakan ilustrasi dan pameran. Kenal mural bermula saat saya jenuh dalam proses berkarya dan membuat saya harus eksplor lebih banyak lagi, mulai dari mix media hingga kontemporer.
 

Dalam proses berkarya, saya selalu melihat seni itu sifatnya intuitif melalui gagasan serta relasi yang dekat sehingga terciptanya karya yang kuat. Hal itu bisa terlihat dari karakter perempuan yang selalu ada di setiap mural, yang banyak menceritakan saya sebagai seorang ibu, pekerja seni, atau menangkap isu-isu sedang hangat.

Salah satu proyek yang cukup besar yakni saat mural di Belanda, dimana penilaian publik itu sangat penting, apresiasi lebih tinggi birokrasi. Di Indonesia, mural dianggap masih negatif karena itu beriringan dengan penilaian masyarakat kita terhadap mural, tetapi saya percaya seiring waktu masyarakat akan menyadari mural adalah seni yang patut di hargai”.





Sesi kedua ditutup dengan foto bersama pembicara dengan partisipan.

Kreavi.com mengucapkan terima kasih kepada pembicara, panelis dan segenap teman-teman yang telah hadir di acara Kumpul Kreavi episode 30.

Tetaplah semangat dalam menciptakan perubahan positif dan jangan berhenti sampai disini saja!. Ikuti terus Kumpul Kreavi untuk menambah wawasan kalian tentang karya visual.

Untuk teman-teman yang ingin berkolaborasi bersama mengadakan Kumpul Kreavi, silahkan hubungi kami lewat email  halo@kreavi.com.

Terima kasih dan sampai jumpa di Kumpul Kreavi episode berikutnya!
Salam,


 

Tim Kreavi

 


THE GUESTS
Syams Riadio
Kreavi 17
Marishka Soekarna
Artist Mural
Bagja Hidayat
Managing Editor, TEMPO
Anto Motulz
Creative Advisor Kreavi
Andang Kelana
Artistic Board, Visual Jalanan

DATE & LOCATION
15 September 2017
14:00 - 17:00 WIB

ROMBAK Event Space, Lantai 2 Menara by KIBAR
Jalan Raden Saleh Raya No. 46A Cikini, Jakarta Pusat


REGISTERED PEOPLE
and many more.