#29
Empowering Small Business with Creativity

Senin, 14 Agustus 2017 kemarin, Kreavi mengadakan Kumpul Kreavi episode ke-29 di Jakarta. Kumpul Kreavi merupakan ajang bertemunya para kreator untuk berkolaborasi, menginspirasi dan menciptakan perubahan yang positif. Mengusung tema TATARUPA: Empowering Small Business with Creativity, Kumpul Kreavi ke-29 ini bertujuan agar kreator mampu menciptakan inovasi-inovasi baru yang memberikan dampak positif terhadap lingkungan sekitar, salah satunya bisnis skala kecil (UKM) agar dapat memperluas pemasaran.


 

Kumpul Kreavi kali ini sangat spesial karena ini merupakan kali pertama Kumpul Kreavi diadakan di Menara by KIBAR, markas baru Kreavi, dan juga untuk pertama kalinya dihadiri oleh Ibu Tri Rismaharani, Walikota Surabaya.
 

 

Kumpul Kreavi dibuka dibuka oleh Joditha selaku Project Manager Kreavi. Dalam sambutannya, Joditha menceritakan, “Hasil karya Kreavi salah satunya karya desain kemasan yang membawa perubahan dan dapat menambah nilai jual, Redesign to Make Changes”.
 


 

Sesi diskusi panel pertama bersama Jessica Edina (Desainer Witrove), Vanny Olvia (Desainer Jarak Arum) dan Ibu Wiwit Manfaati (Wiwit Collection), Fitria Anggraini L (Jarak Arum) dimoderatori pula oleh Joditha. Para narasumber berbagi kisah tentang bagaimana mereka mengembangkan bisnis dengan ide-ide kreatif yang nantinya dapat meningkatkan nilai dari produk tersebut melalui program TATARUPA. TATARUPA sendiri adalah kolaborasi antara Kreavi dan Pahlawan Ekonomi, yang bertujuan untuk mempertemukan desainer dengan pelaku UKM pilihan agar menghasilkan visual branding baru dari produk UKM tersebut.
 


 

Ibu Wiwit menceritakan bagaimana ia merupakan ibu rumah tangga biasa yang terpaksa bekerja karena keluarganya mengalami krisis ekonomi. Ia lalu mengikuti pelatihan keluarga miskin dan menekuni usaha kreasi enceng gondok. Ketika merintis usaha inilah Ibu Wiwit mengenal konsep branding.
 


 

Lain halnya Ibu Fitri yang merupakan salah satu pekerja yang terkena dampak penutupan Dolly (tempat beroperasi pekerja seks komersial di Surabaya). Ia tadinya adalah penjahit pakaian untuk para pekerja malam disana. Ia lalu mengikuti pelatihan untuk warga lokalisasi dan belajar membuat batik dengan ciri khas daerah yang telah lama ia tempati. Ia pun membuat Jarak Arum yang memiliki ciri khas motif kupu-kupu yang menggambarkan perempuan sekitar Dolly.
 


 

Jessica tidak menyangka bisa berkolaborasi dengan Wiwit Collection dalam TATARUPA. “Produknya udah bagus dan sudah banyak orang yang tau.” ujarnya. Ia berdiskusi dengan Ibu Wiwit untuk menghasilkan desain yang tidak hanya bagus, namun juga menjawab permasalahan. Mereka pun mencetuskan ka nama Witrove (Wiwit dan Trive, yang artinya harta karun) yang terinspirasi dari cerita Ibu Wiwit yang menganggap usahanya ini sesuatu yang berharga, sehingga beliau pun dapat  memaksimalkan potensi yang ada menjadi inovasi.
 


 

Kalau Vanny punya cerita lain, Ia sudah biasa mendapat tugas mendesain sebuah produk, tetapi ia ingin karya yang dibuatnya benar-benar diimplementasikandalam kehidupan pelaku usaha. Ia pun mengikuti program TATARUPA dan bertemu langsung dengan para pengusaha UKM.Bagian yang menantang adalah membuat desain yang bisa menceritakan kisah perjuangan pelaku UKM yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Batik Jarak Arum memiliki latar cerita yang kurang baik, tetapi ia bersama Ibu Fitri ingin mengubah gambaran tentang kampung Dolly menjadi kampung sentral batik terkeren
 

 

 

Setelah sesi pertama usai, para peserta lalu mengikuti Portfolio Roulette, dimana karya mereka ditampilkan secara acak dengan tujuan agar para kreator saling mengenal, bukan hanya secara personal, namun juga hasil karya kreator lainnya.

Salah satu yang menampilkan karyanya adalah Ngurah Yudha. Ia menceritakan salah satu karyanya tentang permainan tradisional di Bali yang ia kerjakan bulan lalu. “Kita harus challenge diri kita sendiri. Waktu itu saya 1 karakter harus diselesaikan selama 30 menit. Dari dari situ saya mulai eksplor.”

 


 

Pada sesi panel kedua Ibu Tri Rismaharini, Bu Risma, menceritakan tentang kota Surabaya. Sesi ini di moderatori langsung oleh Chief Executive KIBAR, Yansen Kamto.

 


 

Beliau melihat salah satu dilema yang dihadapi oleh penduduk Surabaya, yaitu bagaimana para ibu rumah tangga harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga mereka, namun para suami masih banyak yang beranggapan bahwa istri harus berada di rumah. Solusinya: bekerja dari rumah.

Pemerintah Surabaya pun memberikan pelatihan membuat produk makanan atau kerajinan untuk para ibu rumah tangga yang ingin memiliki penghasilan dengan tetap melaksanakan tanggung jawab mereka di rumah. Produk-produk mereka dikenalkan pada wisatawan dan kualitasnya pun internasional.

“Dan buat anak muda sebenarnya mereka mempunyai dasar kreativitas, dan mampu memberikan perubahan. Tetapi sayangnya mereka tidak mau mempraktikan secara langsung”. Melihat hal itu, kita mempertemukan anak muda yang memiliki kreativitas dengan Ibu UKM yang sudah memulai bisnisnya untuk dikembangkan. Semua bisa asal mau, nggak ada ragu.

Saya tidak khawatir dari dulu saat memulai program TATARUPA. Tapi saya percaya, jika kita memang memiliki niat yang baik maka kita akan dipertemukan dengan yang baik dan orang yang baik pula” ujar Ibu Tri Rismaharini.
 


 

Sebagai penutup acara ini, Yansen Kamto memberikan sedikit closing statement bagi para pemuda/i Indonesia, “Indonesia itu potensinya besar dan mempunyai talenta dimana-mana. Yang perlu kita dukung adalah kolaborasi. Buat anak muda tidak usah takut untuk berkolaborasi. Itu semua butuh proses, to highlight-nya adalah kepemimpinan itu menentukan arah yang baik di indonesia. Dan orang baik harus didukung, jadi lebih banyak orang baik yang mimpin Indonesia.”
 

Kreavi.com mengucapkan terima kasih kepada semua teman-teman yang sudah hadir, pembicara, panelis dan segenap orang-orang telah mendukung acara Kumpul Kreavi episode 29.

Tetap semangat untuk menciptakan perubahan positif dan terus ikuti Kumpul Kreavi episode-episode berikutnya.

Untuk teman-teman yang ingin berkolaborasi bersama mengadakan Kumpul Kreavi dapat mengajukan permintaannya dengan mengirim email ke dayat@kreavi.com.

Terima kasih dan sampai jumpa di Kumpul Kreavi episode berikutnya!

Best Regards,

Kreavi Team


THE GUESTS
Tri Rismaharini
Walikota Surabaya
Vanny Olvia Lianto
Desainer Jarak Arum
Jessica Edina
Desainer Witrove
Fitria Anggraini. L
UKM Jarak Arum
Wiwit Manfaati
UKM Wiwit Collection

DATE & LOCATION
14 Agustus 2017
13:00 - 15:00 WIB

Di Menara by KIBAR
Jl. Raden Saleh Raya No.46A Menteng, Jakarta Pusat


REGISTERED PEOPLE
and many more.