#28
Optimizing Digital Media for Creators

Tepat hari Sabtu, 15 Juli 2017 yang lalu, Kreavi mengadakan Kumpul Kreavi episode ke-28. Kali ini, kota Yogyakarta menjadi kota kedua yang menjadi tuan rumah Kumpul Kreavi tahun ini. Pada kesempatan kali ini, Kreavi mengajak para kreator lokal untuk berkumpul, menginspirasi dan menciptakan perubahan yang positif. Mengusung tema Optimizing Digital Media for Creators, Kumpul Kreavi kali ini bertujuan agar para kreator dapat membuka perspektif baru untuk mengoptimalkan media digital yang dekat dengan keseharian mereka.
 

 

Berlangsung di Yogyatorium Dagadu, Kumpul Kreavi mengadakan dua sesi panel. Pada sesi pertama, para kreator Kreavi 17, yakni Azis Wicaksono, Candra Permata D, Djayanti Aprilia, Solechan, serta Creative Advisor Kreavi, Motulz Anto, membahas tentang perjalanan mereka masing-masing hingga terpilih dalam Kreavi 17. Lalu, pada sesi kedua, Rahmad Kurniawan (Ilustrator Jogjaforce) dan Kok Bisa? Channel membahas bagaimana kreator mampu mengoptimalkan media digital untuk mendukung proses berpikir kreatif serta proses distribusi karya mereka untuk dinikmati oleh publik.

 

 

 

Kumpul Kreavi dibuka dengan sambutan Agra Locita selaku Koordinator Yogyatourium. Dalam sambutannya, Agra berharap melalui Kumpul Kreavi para kreator Yogyakarta semakin semangat berkarya dan semakin maju.


 

Setelah sambutan dari Agra Locita, sesi diskusi panel pertama pun dimulai bersama Kreavi 17 dan Creative Advisor Kreavi, dipandu oleh moderator Broto Seno (desainer Innovate Academy). Mereka berbagi kisah mereka sebagai para kreator yang sudah terpilih dalam Kreavi 17dan langkah mereka selanjutnya setelah itu. Kreavi 17 sendiri merupakan sebuah program inkubasi selama 1 tahun untuk 17 kreator terpilih yang dikurasikan dari kurang lebih 36.300 pengguna Kreavi.



Menurut Kang Motulz, tiap manusia telah diberi kemampuan untuk berkreasi sejak lahir. Oleh karena itu, manusia dapat berkarya dan mampu mempengaruhi orang-orang serta lingkungan disekitarnya, terutama kini melalui media digital di sekitarnya.

Azis Wicaksono, seorang ilustrator dan mahasiswa tingkat akhir salah satu universitas di Solo, membahas tentang proses berkaryanya melalui medium cat air. Seiring waktu, hasil karya Azis pun mendapat feedback positif. Hal ini membuatnya merasa memiliki tanggung jawab dalam membuat karya yang lebih serius, tidak hanya untuk kepuasan diri.

“Ketika bisa merawat kesenangan (hobi) pasti suatu hari ada buahnya.” - Azis Wicaksono

Candra Permata Dewa, sarjana sains kimia dari salah satu kampus di Yogyakarta, mengatakan bahwa kegitannya sebagai seorang ilustrator lepas dapat dijalaninya sambil kuliah. Proyek yang paling menyenangkan baginya adalah proyek Rupanada. Menurut Candra, memvisualisikan sebuah lagu menjadi daya tarik tersendiri sebagai seorang ilustrator.

Djayanti Aprilia, ilustrator sekaligus mahasiwi salah satu kampus seni Yogyakarta, mengatakan bahwa media digital bertugas untuk menyebarluaskan karya seorang kreator, termasuk ilustrasi.  Menurutnya, menggambar itu mudah, namun hidup dari gambar yang susah. Sebagai contoh, harga desain yang murah atau mahal dilihat dari portfolio dan perjalanan karier, selain itu seorang kreator juga perlu menjaga image dan kualitas karyanya, sebab apa yang dilakukan seorang kreator merupakan representasi dari self-branding.

Solechan, seorang ilustrator dari Solo, mengawali kariernya secara otodidak. Solechan aktif mengikuti kegiatan komunitas dan dalam proses berkarya, ia sering meminta saran dan kritik sehingga dari situ, ditambah dengan ketekunannya, ia bisa terpilih dalam Kreavi 17. Kegiatan paling berkesan baginya adalah saat mengerjakan mural di kantor Tempo Jakarta yang pada saat itu memperingati Hari Pahlawan Nasional.

“Apa yang menjadi potensimu dimaksimalkan. Set your goals, set your mood, dan jangan menunda.” - Solechan

Sesi panel bersama Kreavi 17 ini ditutup dengan foto bersama dengan para peserta di Yogyakarta yang hadir pada acara ini.



Setelah sesi panel pertama, para peserta lalu mengikuti Portfolio Roullete, yakni sesi dimana karya mereka ditampilkan secara acak dengan tujuan agar para kreator saling mengenal, bukan hanya secara personal, namun juga hasil karya kreator lainnya.

 




 

Selanjutnya, sesi panel kedua, “Optimizing Digital Media for Creators”, dimulai dengan presentasi dari Rahmad Kuriawan,freelancer sekaligus  ilustrator Jogjaforce. Ia menjelaskan, Jogjaforce terbentuk dari adanya teman-teman yang mengenalkan karya melalui forum, sebab dulu belum ada media sosial seperti Facebook, Instagram, dan lain-lain. Hingga sekarang, Jogjaforce menjadi ilustrator grafis digital yang berjalan sesuai passion dengan membawa jiwa masa muda yang divisualisasikan dalam sebuah karya.

 


 

Narasumber selanjutnya yang tidak kalah menarik merupakan salah satu kru dibalik channel edukasi Youtube Kok Bisa? yang mengenalkan dunia science secara kreatif melalui media animasi yang menghibur. Kok Bisa? lahir atas dasar keresahan akan beredarnya tayangan sinetron yang terkadang  tidak memiliki nilai positif. Melirik channel-channel edukasi di luar negeri, Kok Bisa? melihat di Indonesia masih jarang ada ada channel seperti itu dan kalau pun ada belum terlalu menarik perhatian. Hal ini dikarenakan bahasa science banyak yang terlalu rumit dan sulit dipahami.

 

Sesi kedua ini ditutup dengan foto bersama seluruh peserta dengan para pembicara dan panelis.

Kreavi.com mengucapkan terima kasih kepada Yogyatourium Dagadu dan Innovative Academy yang telah menyediakan tempat, pembicara, panelis dan segenap teman-teman yang telah hadir di acara Kumpul Kreavi episode 28.

Tetap semangat untuk menciptakan perubahan positif. Jangan berhenti sampai disini saja, tapi terus ikuti Kumpul Kreavi episode berikutnya.

Untuk teman-teman yang ingin berkolaborasi bersama mengadakan Kumpul Kreavi dapat mengajukan permintaannya dengan mengirim email ke dayat@kreavi.com.

Terima kasih dan sampai jumpa di Kumpul Kreavi episode berikutnya!

Best Regards,

Kreavi Team


 


THE GUESTS
Anto Motulz
Creative Advisor Kreavi
Rahmad Kurniawan
Illustrator Jogjaforce
Kok Bisa? Channel
Kok Bisa? Channel
Solechan
Kreavi 17
Djayanti Aprilia
Kreavi 17
Azis Wicaksono
Kreavi 17
Candra Permata D
Kreavi 17

DATE & LOCATION
15 Juli 2017
15:00 - 18:00 WIB

Yogyatorium
Jl. Gedongkuning Sel. No.128, Rejowinangun, Kotagede, DIY


REGISTERED PEOPLE
and many more.