#27
Design your career path

Sabtu, 10 Juni 2017 lalu Kreavi menyelenggarakan kegiatan rutinnya yang mengajak talenta kreatif Indonesia untuk berkumpul, menginspirasi, dan menciptakan perubahan yang berdampak positif. Dengan tema Design Your Career Path, Kumpul Kreavi episode ke-27 ini mengupas tuntas cerita bagaimana membangun karir di industri kreatif.

Bertempat di Estubizi Coworking Space, Jakarta Selatan, Kumpul Kreavi ke 27 ini mendatangkan para tokoh dari berbagai pilihan karir, antara lain Muhammad Fadli (General Manager Hogarth & Ogilvy Jakarta), Muhammad Taufiq (freelance illustrator), dan Dennis Adishwara (CEO Layaria). Selain itu pada Kumpul Kreavi kali ini ada sesi spesial, yaitu sesi panelis bersama Kreavi 17, Olvyanda dan Vicky Saputra beserta Creative Advisor Kreavi, Motulz Anto.

Suasana registrasi Kumpul Kreavi

Suasana Kumpul Kreavi 27

Kumpul Kreavi dibuka dengan sambutan dari bapak Benyamin Ruslan, selaku Chief Entreprenur Officer Estubizi. Dalam sambutannya, bapak Ruslan berharap dengan adanya acara kumpul Kreavi yang bertemakan Design Your Career Path ini akan memberikan banyak manfaat terutama bagi yang masih bingung memilih jenjang karir di industri kreatif.

Bapak Benyamin Ruslan

Bapak Ruslan dari Estubizi memberikan sambutan

Setelah sambutan dari Estubizi, Joditha Winatajaya, perwakilan dari Kreavi.com, memberikan sambutan kepada peserta. Joditha membahas sedikit tentang Kreavi, sebuah platform portfolio terbesar bagi para desainer di Indonesia. Tidak hanya itu Kreavi juga merupakan digital ekosistem kreatif yang bertujuan untuk meningkatkan value para desainer Indonesia dengan mencari solusi dari permasalahan yang ada. Salah satunya adalah Tata Rupa yang membantu masyarakat di Surabaya untuk meningkatkan taraf ekonomi dengan berkolaborasi bersama desainer Indonesia.

 

 Joditha dari Kreavi.com

Setelah paparan dari Kreavi.com, Muhammad Fadli seorang General Manager Hogarth & Ogilvy Jakarta berbicara mengenai perjalanan kariernya sebagai seorang employee di industri kreatif. Berangkat dari jurusan desain produk Industri, setelah lulus ia mencoba menjadi seorang employee di salah satu perusahaan di Indonesia. Namun kenyataan tidak sesuai ekspektasi/yang di harapkan karena pada saat itu keadaan industri kreatif di Indonesia belum begitu berkembang. Fadli juga pernah mencoba berbagai macam hal seperti menjadi freelancer, employee, dosen hingga membangun bisnis.

Menurut Fadli, bekerja di perusahaan akan memberikan jenjang karir yang jelas, dapat belajar banyak hal dan mempunyai jobdesk yang jelas dan teratur. Namun Jika ingin menetapkan karir sebagai seorang employee di industri kreatif, pilihlah perusahaan yang lingkungan kerjanya cocok dengan karakteristik personal kamu, pilihlah dengan bijak. Pertimbangkan juga jenjang karirnya.

“Ketika kamu bekerja di sebuah perusahaan, kamu juga harus punya target yang jelas agar bisa selalu meningkat, Untuk saran memilih karir, hanya kamu sendiri yang tau apa yang kamu inginkan. Jadi kenali karaktermu, dan janganlah takut untuk keluar dari comfort zone" - Muhammad Fadli

 

Muhammad Taufiq / Emte berbicara mengenai perjalanan kariernya sebagai seorang fulltime freelance Illustrator di industri kreatif. Menjadi freelancer yang menghabiskan waktu 99% di rumah, Emte menjawab freelancer adalah sebuah jalan karir alternatif yang memiliki kesenangannya sendiri.

Menurutnya menjadi seorang freelance itu ibarat menjadi bos diri sendiri, jadi PR nya adalah menaklukan diri sendiri karena harus bisa mengatur dan branding diri sendiri. Terlepas dari lebih seru atau lebih enak jenjang karir yang mana, masing masing memiliki kesenangannya tersendiri.

Menjadi freelancer sejak tahun 2000, Emte masih menikmati apa yang ia lakukan hingga saat ini. Emte sendiri adalah nama pena / panggung yg di sarankan oleh ayahnya karena dulu sering mengirim komik ke beberapa media. Dari kecil Emte senang menonton film, baca komik yang akhirnya di jadikan gambar dan inspirasi karya sampai saat ini.

Sebagai Freelance Emte memiliki dua sisi, komersil dan idealis. Menjadi seorang freelance yang komersil ia tetap mempertahankan idealisnya untuk tetap berkarya. Karena menjadi seorang freelance pun harus tetap realistis. Tetap bisa membuat exhibition sendiri walaupun menjadi freelance yang mengerjakan projek komersil.

"Personal branding untuk seorang freelancer diperlukan minimal memiliki attitude yang baik dan komunikasi yang baik. Branding akan berjalan beriringan dengan pengalaman dan projek - projek yang dilakukan. Belajar dari pengalaman, di balik portfolio yg bagus, networking yg kuat tapi attitude menjadi yang utama dalam personal branding. Selain itu ketika menghadapi klien kita tidak bisa mengedepankan ego atau idealisme diri sendiri, setidaknya 50 : 50 karena disitu ada dua pihak. Komunikasikan, diskusikan" - Muhammad Taufiq

 

Dennis Adiswhara , CEO Layaria membahas hal mengenai “Memang Enak Jadi Entrepreneur?. Menurutnya, menjadi seorang entrepreneur harus berani mengambil resiko dan tidak takut untuk mencoba hal baru. Oleh karena itu seseorang bisa yakin menjadi seorang entrepreneur kalo dia tidak punya orang-orang yg menjadi tanggungannya, karena resikonya cukup besar ketika gagal. Selain itu seorang entrepreneur harus bisa membangun tim dan mendelegasikan pekerjaan, dan harus selalu siap sedia kapanpun itu.

Bagi Dennis, menjadi seorang employee, freelance ataupun entrepreneur adalah sebuah pilihan yang tidak ada salahnya karena dari tiga hal itu tidak ada yang terbaik tapi itu cocok cocokan. Mana yang lebih cocok dengan diri kalian sendiri. Namun yang membuat Dennis akhirnya memutuskan untuk menjadi entreprenur adalah karena ia memiliki mimpi untuk membawa potensi jaringan konten video lokal ke global dan karena melihat peluang mewujudkan mimpinya.

“Tidak ada yang salah dengan pilihan kalian apapun itu. Karena untuk menjadi entrepreneur yg baik kalian harus bisa merasakan menjadi employee dan freelancer yang baik dan menjadikannya itu sebagai sebuah pembelajaran dan pengalaman" - Dennis Adishwara

 

 Suasana di Sesi 1

Sesi ini ditutup dengan penyerahan kenang-kenangan dari Kreavi kepada para pembicara oleh Joditha.

 

Setelah penyerahan kenang-kenangan dari Kreavi, Langit Rinesti, word engineer Kok Bisa Channel, membuka sesi diskusi panel dan memoderatori panelis-panelis yaitu Olvyanda dan Vicky Saputra dari Kreavi 17 serta Motulz Anto, Creative Advisor Kreavi.

Dalam sesi diskusi panel ini Kang Motulz , Olvyanda dan Vicky bercerita mengenai pengalaman karirnya di industri kreatif dan pengalaman mereka sebagai Creative Advisor Kreavi serta Kreavi 17. Kreavi 17 merupakan sebuah program inkubasi selama 1 tahun untuk 17 Kreator terpilih yang telah dikurasi dari seluruh kreator di Kreavi.

Kang Motulz berangkat dari seorang lulusan desain produk yang awalnya ingin mengambil jurusan Desain Komunikasi Visual. Berawal dari mencoba masuk advertising kecil hingga mencoba banyak hal seperti menjadi freelancer, sutradara, web designer, animator dan lainnya. Awalnya bertanya-tanya ingin menjadi apa sampai pada akhirnya menemukan benang merah dari semuanya yaitu industri kreatif. Oleh karena itu beliau kini menjadi Creative Advisor Kreavi untuk program-program yang ada di kreavi. Yang awalnya ingin membuat panggung bagi para desainer sampai akhirnya menjadikan kreavi tempat untuk berkolaborasi.

Kang Motulz berpesan, seorang kreator harus selalu meningkatkan kualitas diri tidak hanya dari skill, tapi attitude dan komitmen. Selain itu kreator juga harus pandai memanfaatkat peluang dimanapun dan kapanpun itu. Pilihan karir itu akan terbentuk dengan sendirinya, cobalah sebanyak apapun dan itu akan membantu kita menemukan hal yang paling cocok dengan diri sendri.

Menjadi kreator juga sebaiknya mempertimbangkan dua hal, yaitu Price dan Pride. Karena dari Pride itu juga akan mempengaruhi Price diri kita. Kita tidak akan pernah rugi dengan belajar banyak hal jadi belajarlah sebanyak-banyaknya. Ketika kita sedang mengasah diri ingat lah untuk “enjoy the process and respect the result".

“Kreasi adalah suatu titipan tuhan, dan kemampuan itu merupakan pilihan antara sadar dan tidak sadar akan membawa pengaruh yang baik ataupun yang buruk. Sadari kemampuan itu, karena mau kecil ataupun besar itu tergantung diri kita sendiri dan kita yang pilih. Bertanggung jawablah atas karya kalian dan berdampaklah" - Motulz Anto

 

Olvyanda Ariesta (Kreavi 17) merupakan seorang Dosen, Freelance Illustrator dan Komikus. Olvy mengatakan, sebagai kreator kita harus konsisten dalam berkarya dan aktif di kompetisi karena akan membuka lebih banyak peluang. Berawal dari mahasiswa jurusan seni lukis, Olvyanda mengalami titik balik di tahun 2012 hingga membawanya kedunia komik dan ilustrasi dan dia memakan waktu yang cukup lama untuk menemukannya. Olvyanda juga pernah mengikuti master class komik di Jepang. Kegiatan di Kreavi 17 yang sangat berkesan bagi dirinya adalah ketika Rupanada, yaitu gerakan memvisualisasikan lagu nasional. Olvy memilih lagu Indonesia Raya dan memvisualisasikannya dengan berbagai macam masyarakat Indonesia dengan beragam profesi yang sedang dalam posisi hormat.

Karya Olvyanda untuk visualisasi lagu Indonesia Raya pada Rupanada 2017

karya Olvy lainnya dapat dilihat di http://www.kreavi.com/Olvyanda

 

“Kreator adalah bagaimana bisa berkarya hal yang positif dan dapat menyelesaikan masalah" - Olvyanda Ariesta

 

Vicky Saputra (Kreavi 17) merupakan seorang mahasiswa dan juga freelance illustrator. Pada awal perkuliahan Vicky sempat merasa bosan karena belajar teknik-teknik yang sama dengan yang pernah dia pelajari di SMK Jurusan Multimedia. Semester selanjutnya ia mulai aktif membuat karya untuk pameran dan aktif di Kreavi hingga menjadi Kreavi 17. Kegiatan di Kreavi 17 yang paling berkesan bagi Vicky yaitu saat di TEMPO - Boeng Ajo Boeng, ketika karya-karya kreavi 17 di aplikasikan di seluruh kantor Tempo pada saat peringatan Hari Pahlawan.

 

“Menjadi kreator adalah sebuah komitmen untuk selalu mau belajar dan mendalami hal-hal baru" - Vicky Saputra

 

Suasana di Sesi 2

Sesi kedua ini ditutup dengan foto bersama seluruh peserta dengan para speaker dan panelis, serta sesi networking dimana para peserta bisa langsung ngobrol dengan speaker dan panelis.

Kreavi.com mengucapkan terima kasih kepada Estubizi yang telah menyediakan tempat, speaker, panelis dan segenap teman-teman yang telah hadir di acara Kumpul Kreavi 27.

Semangat untuk menciptakan perubahan yang positif tidak akan berhenti disini, namun terus berlanjut di Kumpul Kreavi episode berikutnya.

Untuk teman-teman yang ingin berkolaborasi bersama mengadakan Kumpul Kreavi dapat mengirimkan email pengajuannya ke : tika@kreavi.com

Terimakasih :)

Sampai jumpa di Kumpul Kreavi episode berikutnya ! :)

Best Regards,

Kreavi Team

 


THE GUESTS
Vicky Saputra
Kreavi 17
Muhammad Fadli
General Manager Hogarth & Ogilvy Jakarta
Olvyanda Ariesta
Kreavi 17
Anto Motulz
Creative Advisor Kreavi
Muhammad Taufiq / Emte
Freelance Illustrator
Dennis Adhiswara
Founder Layaria

DATE & LOCATION
10 Juni 2017
12:30 - 16:00 WIB

ESTUBIZI Business Center & Coworking Space
Jl. Wolter Monginsidi No.71, Rw. Bar., Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12180


REGISTERED PEOPLE
and many more.