#26
EMPOWERING DIGITAL IMPACT



Suasana regristasi Kumpul Kreavi

Kumpul Kreavi kali ini membawakan tema Empowering Digital Impact, membahas tentang bagaimana menyikapi era digital ini bukan hanya sebagai media dan sarana saja, tapi juga sebagai solusi yang memiliki dampak yang besar. Bertempat di Universitas Bunda Mulia, Jakarta, Kumpul Kreavi ke 26 ini mendatangkan para tokoh 'berbahaya' di dalam ranah industri kreatif digital di Indonesia, antara lain Kristupa Saragih (founder Fotografi.Net), Aria Rajasa (founder Tees.co.id), dan Kokbisa? Channel



Shierly Everlin, perwakilan dari DKV UBM memberi kata sambutan

Kumpul Kreavi dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya terlebih dahulu, dilanjutkan dengan sambutan dari Shierly Everlin, selaku perwakilan dari DKV UBM. Dalam sambutannya, Shierly berpesan kepada insan desainer yang akan lulus dari UBM bisa bersaing dengan yang ada di luar nanti. Tahun dimana MEA sudah dilaksanakan, Kumpul Kreavi kali ini adalah bentuk nyata dari kerjasama antara UBM dan Kreavi, yang diharapkan wawasan para peserta semakin terbuka akan bagaimana keadaan industri kreatif di luar dan mengerti bagaimana memanfaatkan teknologi digital yang ada untuk memberi dampak.


Kreavi memberikan pengantar mengenai program-program kreavi yang berdampak melalui digital

Setelah sambutan dari DKV UBM, Bagus Wahyu dan Joditha Winatajaya, perwakilan dari Kreavi.com, menceritakan dampak-dampak besar apa yang telah dihasilkan jaringan kreatif Kreavi.com; Tatarupa, Kreavi Challenge, Rupanada, Project Resonan, Persona dan Boeng Ajo Boeng. Kreavi melihat digital online sudah melekat dikehidupan kita. Banyak anak-anak DKV yang lulus kuliah banyak yang menjadi freelancer. dan Kumpul Kreavi ini akan membahas bagimana bidang industri kreatif bisa develop di bidang digital juga.

 

Kokbisa? Channel, Selalu mulai dengan 'kenapa'

Setelah paparan dari Kreavi.com, Kokbisa? Channel, sebuah channel YouTube yang membahas ilmu pengetahuan dengan animasi yang menghibur, masuk ke panggung di awali dengan pemutaran salah satu video karyanya di YouTube. Sesuai dengan filosofinya, Kok Bisa Channel mengawali pematangan idenya dengan mempertanyakan keberadaan konten pendidikan di Televisi. Inilah yang mendasari Kokbisa? Channel mampu menciptakan impact lewat media digital.

Untuk memberikan impact melalui digital, selalu mulai dengan "WHY" , ada alasan dan keresahan yang sangat kuat. Kemudian set plan (harus ada plan yang kuat dan risetnya), dijadikan kenyataan dan dilaunch, punya target orang-orang yang punya keresahan yang sama dengan kita, terakhir harus selalu konsisten.

 

Di zaman digital ini, untuk maju: kolaborasi atau mati

Aria Rajasa, founder Tees.co.id, sebuah marketplace bagi lebih dari 35.000 desainer apparel, membicarakan tentang kolaborasi dan pentingnya multidiscipline sebagai orang kreatif. Dalam paparannya, Indonesia memiliki market yang sangat luas, dan kalau ingin berkembang dalam industri ini, kolaborasi adalah suatu keharusan. Demi membuka jalan yang lebar untuk melaju, Kolaborasi adalah harga mati.

 

Kristupa Saragih, petuah untuk insan kreatif dari zaman manual untuk zaman digital

Kristupa Saragih, Founder dari Fotografi.Net, portal fotografer terbesar se-Asia Tenggara, memaparkan bahwa rasa ingin tahu adalah modal awal untuk menjadi orang kreatif. Selama berkarya bukan buat diri sendiri, melainkan untuk membuat orang lain agar hidupnya lebih baik, maka orang kreatif tidak akan pernah kehabisan ide. 

Dulu pake kamera film berapa banyak uang harus dikeluarkan untuk proses cetak. Sekarang kalo kita motret, bagaimana cara mempublikasi?Melalui internet, butuh waktu cuma dalam hitungan detik.

"Dulu portfolio dibawa kemana-mana foto ukuran besar. Sekarang sudah ada Instagram dan Kreavi. Untuk menjual sesuatu yang bernilai seni dan diapresiasi, harus menjual ke tempat yang sesuai dan layak. Sehingga sekarang tidak ada alasan untuk berkarya sama seperti di zaman saya. Berkarya jadi lebih mudah, lebih maju, dan jangan ragu-ragu. Buatlah karya yang bermanfaat bagi orang banyak." - Kristupa Saragih

 

Diskusi panel; visi membawa kolaborasi menjadikan aksi

Setelah pemaparan dari ketiga pembicara,Wheldy Radhiska, salah satu Kreavi 17, menjelaskan secara singkat program Kreavi 17 yang mengibarkan 17 talenta kreatif di Kreavi untuk Indonesia. Acara dilanjutkan dengan Wheldy memoderatori diskusi panel dengan panelis-panelis Kristupa Saragih, Aria Rajasa, dan Kokbisa? Channel.

Dalam sesi diskusi panel ini Kok Bisa Channel, Tees.co.id, dan Kristupa Membicarakan tentang perlunya keluar dari zona aman, resiko dari kerja kantoran itu lebih tinggi bagi kita karena kita bekerja untuk mencapai mimpi orang.

 

Serah terima tees Kreavi


Serah terima plakat UBM ke Kreavi

Diskusi panel ditutup dengan pemberian tees dari pihak Kreavi kepada pihak UBM dan pemberian plakat oleh pihak Universitas Bunda Mulia kepada Kreavi, dilanjutkan dengan hiburan dari The Voice of UBM (The VOU), dan ditutup dengan Networking Session.


Foto bersama dengan peserta Kumpul Kreavi 26

Kreavi.com mengucapkan terima kasih kepada Universitas Bunda Mulia dan segenap teman-teman volunteer yang turut membantu terselenggaranya acara Kumpul Kreavi.

Sampai jumpa di Kumpul Kreavi episode berikutnya :)

**dokumentasi oleh team DKV Universitas Bunda Mulia

 


THE GUESTS
Kristupa Saragih
Founder Fotografer.net
Aria Rajasa
Founder Tees.co.id
Kok Bisa
Kok Bisa Channel

DATE & LOCATION
03 Desember 2016
13:00 - 17:00 WIB

Universitas Bunda Mulia
The UBM Grand Auditorium (TUGA), Universitas Bunda Mulia lantai 8
Jalan Lodan Raya No.2, Ancol, Jakarta Utara


REGISTERED PEOPLE
and many more.
PHOTO
See Photos in our Facebook →